Peraturan Kemahasiswaan


  • theme::blog/blog-img-1.jpg
  • slider-03
  • theme::blog/blog-img-3.jpg

Peraturan Kemahasiswaan

A.    Hak dan Kewajiban Mahasiswa
Hak Mahasiswa

  1. Mengikuti seluruh kegiatan akademik pada Program Studi D4 Bidan Pendidik dan menggunakan kebebasan akademik serta bertanggung jawab untuk menuntut dan mengkaji ilmu, dengan ketentuan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  2. Mengikuti seluruh kegiatan kemahasiswaan yang diselenggarakan oleh organisasi-organisasi kemahasiswaan di lingkungan Sekolah Vokasi dan atau Universitas Gadjah Mada, dengan ketentuan memenuhi persyaratan yang ditetapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  3. Mendapatkan pelayanan administrasi sesuai dengan keperluan yang dibutuhkannya. Mahasiswa yang memerlukan pelayanan administrasi harus mengajukan permintaan langsung kepada pejabat yang berwenang pada bagian administrasi yang dituju dan mengikuti tata cara yang ditetapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  4. Memperoleh layanan informasi yang berkaitan dengan Program Studi D4 Bidan Pendidik serta hasil belajar.
  5. Memperoleh pengajaran sebaik-baiknya dan layanan bidang akademik sesuai minat, bakat, kegemaran dan kemampuan.
  6. Mendapatkan bimbingan dari dosen yang bertanggung jawab yang mengampu matakuliah-matakuliah pada Program Studi D4 Bidan Pendidik dalam penyelesaian studinya.
  7. Menggunakan dan atau memanfaatkan semua fasilitas dan sumber daya yang dimiliki Sekolah Vokasi dan atau Universitas Gadjah Mada dalam rangka kelancaran proses belajar sesuai keperluan yang dibutuhkannya.
  8. Mahasiswa yang memerlukan menggunakan fasilitas milik Sekolah Vokasi dan atau Universitas Gadjah Mada harus mengajukan permintaan langsung kepada pejabat yang berwenang pada bagian tersebut dan mengikuti tata cara yang telah ditetapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  9. Mendapatkan perlindungan dari Sekolah Vokasi dan atau Universitas Gadjah Mada dari gangguan atau ancaman siapapun pada saat mengikuti kegiatan akademik dan berada di dalam lingkungan kampus, dan atau pada saat mengikuti kegiatan lain yang diselenggarakan oleh Sekolah Vokasi atau UGM.
  10. Mahasiswa yang memerlukan perlindungan Sekolah Vokasi dan atau Universitas Gadjah Mada harus mengajukan permintaan langsung kepada pejabat yang berwenang dengan melaporkan permasalahan yang dihadapinya secara jujur dan terbuka, dan dengan mengikuti tata cara yang ditetapkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  11. Mahasiswa berhak mengeluarkan aspirasinya melalui jalur yang sudah ditentukan, yaitu:  mahasiswa, Dosen Pembimbing Akademik, HIMABID, Koordinator Kemahasiswaan, atau bisa melalui kotak saran dan kritik.
  12. Membela diri dan atau mengajukan keberatan atas sanksi yang dikenakan kepada dirinya berkaitan dengan pelanggaran disiplin dan tata tertib yang dilakukannya.
  13. Mahasiswa yang akan mengajukan pembelaan diri dan atau mengajukan keberatan atas sanksi pelanggaran disiplin dan tata tertib yang dikenakan kepada dirinya harus mengajukan permintaan secara tertulis kepada pejabat yang menjatuhkan sanksi, melalui Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMABID) paling lambat 1 (satu) minggu setelah sanksi dijatuhkan.
  14. Pejabat yang menjatuhkan sanksi pelanggaran disiplin dan tata tertib dan atau pejabat lain yang ditunjuk untuk menggantikan, berdasarkan permintaan tertulis yang disampaikan oleh Himpunan Mahasiswa Kebidanan (HIMABID), memanggil mahasiswa yang bersangkutan untuk melakukan pembelaan diri di hadapan Sidang Dewan Kehormatan yang diadakan khusus untuk itu.

Kewajiban Mahasiswa

  1. Menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  2. Memenuhi semua peraturan/ketentuan yang berlaku pada Program Studi D4 Bidan Pendidik, Sekolah Vokasidan Universitas Gadjah Mada.
  3. Menjaga dan memelihara ketertiban, keamanan dan kebersihanlingkungan kampus, serta ikut memelihara sarana dan prasarana milik Program Studi D4 Bidan Pendidik dan Sekolah Vokasiatau fasilitas lain yang berada dalam tanggung jawab sekolah Vokasi atau Universitas Gadjah Mada, serta menghindari perbuatan mengotori/mencorat-coret/merusak/memakai dan atau meminjamkan tanpa ijin pejabat yang berwenang.
  4. Menghargai ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian di lingkungan Sekolah Vokasi dan Universitas Gadjah Mada.
  5. Menjaga nama baik, wibawa dan martabat dirinya, Program Studi D4 Bidan Pendidik, Sekolah Vokasi dan Universitas Gadjah Mada.
  6. Membina hubungan baik dan melakukan kerjasama dengan Direktur Sekolah Vokasi, Ketua Program Studi, tenaga pendidik (dosen), tenaga kependidikan, alumni, dan dengan sesama mahasiswa lainnya.
  7. Bertenggang rasa dalam melaksanakan kegiatan didalam dan disekitar lingkungan kampus Sekolah Vokasi dan atau Universitas Gadjah Mada, dengan mempertimbangkan kepentingan warga kampus lainnya dan juga lingkungan disekitar kampus.
  8. Mengikuti kuliah dan kegiatan praktikum/praktik klinik sesuai dengan jadwal dan ketentuan yang sudah ditetapkan.
  9. Menandatangani daftar hadir untuk diri sendiri pada saat mengikuti kegiatan perkuliahan, praktikum/praktik klinik, dan ujian.
  10. Menjaga ketertiban dan kebersihan kelas, serta kelancaran belajar.
  11. Meminta ijin kepada dosen apabila hendak keluar ruangan pada saat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
  12. Berlaku jujur dalam membuat karya tulis dan atau tugas-tugas akademik lainnya.
  13. Mentaati tata tertib dan berlaku jujur dalam mengikuti ujian atau tes.
  14. Bersikap terbuka dalam melakukan konsultasi dengan dosen.
  15. Menyelesaikan tugas tepat pada waktunya.
  16. Menggunakan pakaian yang sopan, rapi dan bersih, serta mengenakan sepatu pada saat mengikuti kuliah dan selama berada di dalam kampus Sekolah Vokasi.
  17. Membawa kartu mahasiswa pada saat mengikuti kegiatan akademik dan memakai jaket almamater pada saat kunjungan kerja dan atau kegiatan lain yang ditentukan Sekolah Vokasi dan atau Universitas Gadjah Mada.
  18. Sopan dalam bertutur kata dan bertingkah laku dalam pergaulan sehari-hari di dalam lingkungan kampus Sekolah Vokasi dan atau Universitas Gadjah Mada, serta dalam menyampaikan pendapat atau aspirasi.
  19. Melaksanakan tugas yang diberikan atau dipercayakan kepadanya oleh Program Studi, Sekolah Vokasi dan atau Universitas Gadjah Mada dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab, serta memberikan laporan tertulis atas pelaksanaan tugas yang telah diselesaikannya kepada pimpinan yang berwenang atau pejabat yang menugaskannya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
  20. Mempergunakan dengan baik dan benar nama, lambang, jaket, dan segala bentuk tanda Program Studi D4 Bidan Pendidik, Sekolah Vokasi dan Universitas Gadjah Mada, serta meminta ijin kepada pimpinan terkait dalam hal menggunakannya untuk kepentingan lain diluar kegiatan akademik atau kegiatan kemahasiswaan yang telah ditetapkan.
  21. Menghindari penggunaan nama, lambang, jaket, dan segala bentuk tanda Program Studi D4 Bidan Pendidik, Sekolah Vokasi dan Universitas Gadjah Mada pada kegiatan organisasi sosial politik atau organisasi masyarakat lainnya, dan menghindari penggunaan nama, lambang, jaket, dan segala bentuk tanda organisasi sosial politik atau organisasi masyarakat didalam kampus dan atau pada kegiatan yang diselenggarakan atau membawa nama Sekolah Vokasi dan Universitas Gadjah Mada.
  22. Menghindari segala perbuatan pemalsuan surat/dokumen Program Studi D4 Bidan Pendidik, Sekolah Vokasi dan Universitas Gadjah Mada, seperti pemalsuan KRS, pemalsuan kartu ujian dan pemalsuan bukti setor Bank, serta pemalsuan nama atau tanda tangan pejabat Program Studi D4 Bidan Pendidik, Sekolah Vokasi dan Universitas Gadjah Mada.
  23. Menghindari segala bentuk perbuatan yang dapat menimbulkan pertikaian/permusuhan/ keributan/perkelahian/melanggar SARA, serta menghindari melakukan perjudian/tindakan asusila, membawa atau menggunakan atau memperjualbelikan narkotika/obat-obatan terlarang/minuman keras/benda-benda pornografi, didalam lingkungan kampus dan atau pada kegiatan yang diselenggarakan atau membawa nama Program Studi D4 Bidan Pendidik, Sekolah Vokasi dan Universitas Gadjah Mada, dan atau perbuatan lain yang dapat mencemarkan nama baik Program Studi D4 Bidan Pendidik, Sekolah Vokasi dan Universitas Gadjah Mada.
  24. Mematuhi semua ketentuan yang telah ditetapkan oleh Program Studi D4 Bidan Pendidik, Sekolah Vokasi, dan Universitas Gadjah Mada dalam hal penggunaan ruangan dan peralatan, penggunaan kendaraan dan pengaturan parkir kendaraan, serta dalam hal pemanfaatan fasilitas perpustakaan.

B.    Tata Tertib Perkuliahan

Persiapan Perkuliahan

  1. Perkuliahan dilaksanakan hari Senin-Jumat pukul 07.00-selesai sesuai jadwal yang ditentukan dan tidak menutup kemungkinan kuliah dilaksanakan pada hari Sabtu dan mahasiswa wajib mengikutinya.
  2. Mahasiswa harus sudah datang di kampus 15 menit sebelum perkuliahan dimulai.
  3. Jika dosen pengampu belum hadir setelah 15 menit jam perkuliahan berlalu, Penanggung Jawab Mata Kuliah (PJMK) kelas berkoordinasi dengan ketua kelas wajib melaporkan kepada PJMK Program Studi atau dosen piket.
  4. Ketua kelas berfungsi sebagai penghubung antara pendidikan dan kelas atau sebaliknya dan bertanggung jawab atas keamanan dan ketertiban kelas.
  5. Seluruh mahasiswa (piket kelas) bertanggung jawab atas kebersihan dan ketertiban kelas, serta kelengkapan alat pengajaran/alat peraga yang diperlukan dalam menunjang proses belajar mengajar.
  6. Selama perkuliahan berlangsung mahasiswa dilarang menerima telepon dan tamu kecuali dianggap sangat penting.
  7. Selama proses belajar mengajar mahasiswa dilarang mengaktifkan telepon genggam.
  8. Selama proses belajar mengajar berlangsung, tidak diperkenankan bagi mahasiswa untuk menyalakan laptop kecuali untuk kepentingan perkuliahan.

Kehadiran Mahasiswa (Presensi)

  1. PJMK kelas berkoordinasi dengan ketua kelas bertanggung jawab atas presensi mahasiswa setiap jam perkuliahan. Mahasiswa yang hadir wajib mengisi daftar hadir, apabila tidak mengikuti perkuliahan karena sakit harus disertai dengan surat keterangan dokter.
  2. PJMK kelas berkoordinasi dengan ketua kelas bertanggung jawab mengisi garis besar pokok bahasan dan meminta tanda tangan dosen setiap akhir perkuliahan pada buku laporan kemajuan kelas.
  3. Apabila mahasiswa berhalangan hadir harus membawa surat ijin yang harus diketahui oleh orang tua/wali, dengan mengisi borang yang telah disediakan dari Bagian Akademik dan Kemahasiswaan dan disahkan oleh pejabat yang berwenang. Apabila ijin cuti yang dimaksudkan tidak mendapat pengesahan dari pejabat yang berwenang, maka mahasiswa dianggap tidak memperoleh ijin atau alpa.
  4. Mahasiswa yang berhalangan hadir karena sakit harus membawa surat keterangan dokter, diutamakan dari Gadjah Mada Medical Center (GMC), RS Akademik UGM, RS Dr. Sardjitp atau dokter dari RS Pemerintah/Puskesmas lainnya. Ketentuan ijin sakit yang diperbolehkan adalah maksimal 3 hari untuk sakit yang tidak memerlukan rawat inap dan maksimal 7 hari pada keadaan yang membutuhkan rawat inap di rumah sakit atau pada keadaan tertentu sesuai dengan anjuran dokter yang merawat, disertai surat keterangan diagnosis dari dokter yang bersangkutan.
  5. Apabila mahasiswa tidak masuk tanpa keterangan/sakit/ijin melebihi batas waktu tertentu akan mendapatkan sanksi sesuai peraturan yang telah ditetapkan.
  6. Piket kelas bertanggung jawab atas pengambilan daftar hadir atau kelengkapan kelas lainnya sebagai penunjang perkuliahan dan dipantau oleh ketua kelas.

Absensi Kuliah
        Pendekatan yang digunakan dalam standarisasi absensi mahasiswa ini adalah pemikiran keikutsertaan mahasiswa dalam proses belajar mengajar di kelas. Mahasiswa hendaknya mengikuti proses belajar mengajar dengan ketentuan:

  1. Absensi mempengaruhi besaran nilai. Pada setiap perkuliahan, mahasiswa harus menandatangani daftar hadir.
  2. Mahasiswa yang terlambat hadir mendapat toleransi maksimal 15 menit, apabila keterlambatan lebih dari 15 menit maka mahasiswa tidak diijinkan untuk menandatangani daftar hadir namun tetap diperbolehkan untuk mengikuti perkuliahan. Apabila keterlambatan lebih dari 30 menit maka mahasiswa tidak diperbolehkan untuk mengikuti perkuliahan.
  3. Absensi berpengaruh terhadap kelayakan mahasiswa untuk mengikuti setiap ujian, baik Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), maupun Ujian Praktikum/Praktik Klinik lainnya. Syarat untuk mengikuti ujian adalah kehadiran mahasiswa minimal 75% dari total tatap muka di kelas dan 100% dari total kegiatan praktikum.
  4. Dosen wajib mengabsen langsung tanpa diwakilkan ke salah satu mahasiswa.

Dispensasi Kuliah

  1. Mahasiswa bisa mendapat dispensasi kuliah apabila kegiatan yang diikutinya mendapatkan surat ijin yang dikeluarkan minimal oleh Ketua Jurusan.
  2. Sakit dengan menyerahkan surat ijin asli dokter sesuai dengan ketentuan yang telah disebutkan sebelumnya maksimal 1 hari setelah tertanggal dari batas waktu yang diijinkan.

Tata Tertib Pembelajaran Praktikum
a.    Sebelum praktikum

  1. Praktikan mengikuti pretest sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.
  2. Mahasiswa yang boleh mengikuti praktikum adalah mahasiswa yang telah dinyatakan lulus pretest.
  3. Mahasiswa yang tidak lulus pretest wajib mengikuti inhall pada waktu yang sudah ditentukan oleh dosen pembimbing praktikum/koordinator praktikum.
  4. Praktikan melakukan peminjaman alat dan bahan praktikum sesuai prosedur yang telah ditentukan.
  5. Praktikan mengambil daftar hadir kegiatan praktikum kepada petugas laboratorium sesuai dengan kegiatan praktikum yang akan dilaksanakan.
  6. Praktikan menggunakan ruang laboratorium sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan harus hadir di ruang praktikum 10 menit sebelum praktikum dimulai, atau selambat-lambatnya tepat pada waktunya secara tertib, teratur dan bertanggung jawab.
  7. Kegiatan praktikum yang tidak dapat dilaksanakan sesuai dengan jadwal  yang telah ditentukan, selambat-lambatnya 1 hari sebelum pelaksanaan praktikum dosen koordinator matakuliah/pembimbing praktikum dan praktikan sudah menginformasikan jadwal pengganti praktikum kepada petugas laboratorium.

b.    Selama praktikum

  1. Bersikap dan berpakaian sopan, spesifik menggunakan baju praktikum selama kegiatan praktikum.
  2. Praktikan masuk ke ruang laboratorium hanya diperbolehkan membawa sarana dan prasarana yang diperlukan dalam praktikum.
  3. Tidak diperbolehkan makan, minum, merokok, duduk atau tidur ditepi atau diatas tempat tidur dan melakukan aktivitas apapun yang sifatnya dapat mengganggu kegiatan praktikum kecuali atas instruksi pembimbing praktikum untuk kepentingan praktikum.
  4. Praktikan dan pembimbing praktikum harus mengisi daftar hadir kegiatan praktikum secara lengkap dan benar.
  5. Praktikan yang tidak bisa mengikuti kegiatan praktikum sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan alasan yang benar (menyerahkan surat ijin), dapat menggantinya dengan cara mengikuti praktikum yang sama pada kelompok yang lain atas seijin pembimbing praktikum tersebut. Untuk ketentuan administrasi praktikan tersebut harus mengisi daftar hadir kegiatan praktikum dimana nama praktikan yang bersangkutan tercantum dalam kelompok kegiatan tersebut.
  6. Selama kegiatan praktikum setiap praktikan diharapkan ikut menjaga kebersihan, ketenangan, keamanan dan kenyamanan sarana dan prasarana praktikum.
  7. Apabila terdapat sarana dan prasarana praktikum yang rusak atau hilang dimohon kejujuran praktikan untuk memberitahukan kepada pembimbing praktikum atau petugas laboratorium.

c.    Sesudah praktikum

  1. Praktikan merapikan ruangan laboratorium yang telah digunakan.
  2. Praktikan meninggalkan ruang laboratorium sesuai jadwal yang telah ditentukan secara tertib, teratur dan bertanggung jawab.
  3. Praktikan melakukan pengembalian alat dan bahan praktikum sesuai prosedur yang telah ditentukan.
  4. Praktikan mengembalikan daftar hadir kegiatan praktikum kepada petugas laboratorium.

Tata Tertib Praktik Klinik Profesi
a.    Pakaian

  1. Memakai seragam praktik (putih-putih) lengkap dengan atributnya (kap, lencana,  papan nama) dan memakai sepatu tertutup dan kaos kaki putih.
  2. Tidak memakai make up dan perhiasan yang berlebihan, kecuali cicin kawin, arloji dan giwang yang sederhana.
  3. Bagi mahasiswa yang berambut pendek terurai, tidak boleh melewati batas leher baju/kerah, sedangkan mahasiswa yang berambut panjang disanggul/harnet, dan mengenakan jilbab dengan list ungu bagi mahasiswa yang memakai busana muslim.

b.    Waktu dan kehadiran

  1. Hadir tepat waktu dan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
  2. Pada hari libur nasional, mahasiswa tetap harus praktik (sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan).
  3. Setiap hari wajib mengisi daftar hadir.
  4. Wajib mengikuti kegiatan praktik klinik sesuai jadwal yang telah ditentukan dengan persentase kehadiran 100%.
  5. Apabila karena suatu hal, peserta tidak dapat melaksanakan praktik, maka peserta didik wajib melapor ke institusi pendidikan (penanggung jawab praktik/pengelola secara tertulis) yang dilampiri surat keterangan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, yaitu:

i.        Surat keterangan sakit yang ditandatangani dokter RS Pemerintah/ Puskesmas.
ii.        Surat ijin yang ditandatangani oleh orang tua/wali sesuai ketentuan yang berlaku.

c.    Sarana dan prasarana praktik

  1. Turut menjaga alat/bahan serta semua sarana dan prasarana di lingkungan tempat praktik.
  2. Menggunakan sarana/prasarana yang diijinkan oleh tempat praktik.
  3. Setiap peserta didik wajib membawa nursing kit.

d.    Lingkungan

  1. Turut menjaga kebersihana di lingkungan tempat praktik.
  2. Turut menjaga ketertiban dan suasana kondusif di lingkungan tempat praktik.

e.    Sanksi

    Apabila terjadi pelanggaran praktik terhadap tata tertib yang berlaku akan diberikan sanksi oleh pembimbing lapangan dan akademik menurut berat ringannya pelanggaran:

  1. Teguran
  2. Membuat surat pernyataan
  3. Diskors (tidak diperkenankan mengikuti praktik)
  4. Tidak diperkenankan ikut ujian

    Peserta didik wajib mengganti praktik dengan ketentuan:

  1. Apabila sakit atau ijin (sesuai ketentuan yang berlaku) maka mahasiswa wajib mengganti sesuai jumlah hari yang ditinggalkan
  2. Apabila mahasiswa tidak masuk praktik tanpa keterangan maka diwajibkan mengganti sebanyak 2 (dua) kali jumlah hari yang ditinggalkan.

    Konsekuensi biaya ditanggung oleh mahasiswa yang bersangkutan sesuai dengan tarif pada masing-masing tempat praktik

  1. Penggantian ketidakhadiran diluar jadwal atau pada saat praktik (double shift)
  2. Mahasiswa yang merusakkan atau menghilangkan alat yang dipakai diwajibkan untuk mengganti.

Tata Tertib Berpenampilan
a.    Pakaian saat perkuliahan dan praktikum di laboratorium:

  • -    Memakai pakaian bebas tapi sopan, rapi, mengenakan sepatu, dengan ketentuan tidak diperkenankan memakai:
  1. Celana berbahan jeans, legging dan ketat
  2. Kaos
  3. Memakai jaket
  4. Pakaian yang terlalu ketat dan transparan
  5. Sandal atau sepatu sandal
  • -    Bagi yang berjibab diwajibkan tetap memakai jilbab di lingkungan kampus dan di luar kampus saat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh atau dengan Program Studi D4 Bidan Pendidik dan Kemahasiswaan. Jilbab supaya diatur rapi dan tidak mengganggu jalannya kegiatan yang bersangkutan.
  • -    Pada saat praktikum memakai pakaian sesuai dengan ketentuan pada saat perkuliahan, namun diwajibkan memakai jas praktikum berwarna putih sesuai ketentuan dari Program Studi D4 Bidan Pendidik.


b.     Pada saat Praktik Klinik Lapangan menggunakan pakaian seragam putih-putih lengkap, dengan ketentuan:

  1. Bagi yang tidak berjilbab: menggunakan baju atasan lengan panjang, celana panjang dan memakai kap.
  2. Bagi yang berjilbab: menggunakan baju lengan panjang, celana panjang dan jilbab berstrip ungu. Jilbab diikat rapi ke belakang atau diatur sedemikian rupa sehingga tidak menjuntai di depan.
  3. Dilarang memakai seragam yang ketat dan rok serta celana yang terlalu ketat dan transparan.
  4. Memakai atribut lengkap, seperti nama dan lambang UGM dipakai di dada sebelah kanan, untuk lambang UGM dipasang di atas nama mahasiswa.
  5. Memakai sepatu berwarna putih, berkaos kaki warna putih/terang/berwarna kulit, baik yang berjilbab maupu yang tidak berjilbab.

c.    Tidak diperkenankan memakai perhiasan dan rias wajah (make up) yang berlebihan dan mencolok.
d.    Kerapian rambut:

  1. Rambut panjang yang melebihi bahu/kerah baju wajib dikepang/diikat dan disanggul menggunakan hairnet.
  2. Rambut pendek yang tidak melebihi bahu/kerah baju diwajibkan dirapikan, bila perlu memakai jepit kecil di kanan-kiri di atas telinga dan tidak boleh berponi.

e.    Tidak diperkenankan memelihara kuku panjang.
 f.    Bila terjadi pelanggaran maka mahasiswa yang bersangkutan akan diberikan sanksi oleh Bagian Akademik.

C.    Pelanggaran Disiplin dan Sanksi
Jenis Pelanggaran Disiplin dan Sanksi

  1. Setiap ucapan, tulisan, sikap dan tingkah laku atau perbuatan yang melanggar peraturan yang berlaku merupakan pelanggaran disiplun dan tata tertib.
  2. Setiap mahasiswa yang melakukan pelanggaran disiplin dan tata tertib dikenakan sanksi oleh pejabat yang berwenang menjatuhkan sanksi.
  3. Setiap warga kampus Program Studi D4 Bidan Pendidik Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dapat melaporkan adanya pelanggaran disiplin dan tata tertib kepada pejabat yang berwenang disertai dengan bukti dan saksi.
  4. Apabila mahasiswa tidak masuk tanpa keterangan/ijin/sakit maka akan mendapatkan sanksi sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan oleh Bagian Akademik dan Kemahasiswaan.
  5. Apabila mahasiswa dalam pemakaian seragam tidak sesuai dengan aturan yang ditentukan akan mendapatkan peringatan dan membuat surat pernyataan.
  6. Jika mahasiswa melanggar tata tertib praktik dan tata tertib kampus akan dikenakan sanksi, yaitu:
  7. Pelanggaran ringan (misal: meninggalkan ruangan praktik tanpa seijin pembimbing lapangan): akan mendapatkan peringatan 3 (tiga) kali.
  8. Pelanggaran sedang (misal: tidak masuk praktik tanpa mendapat persetujuan dari pembimbing pendidikan dan pembimbing lapangan): akan mendapatkan surat peringatan yang ditujukan kepada orang tua/wali
  9. Pelanggaran berat (misal: asusila, narkoba, kriminal): akan mendapatkan skorsing.
  10. Apabila jumlah keseluruhan presensi mahasiswa kurang dari 75% jumlah kehadiran perkuliahan atau kurang dari 100% jumlah kehadiran pada kegiatan praktikum/praktik klinik, maka mahasiswa tidak boleh mengikuti ujian matakuliah yang bersangkutan.